Beginilah Rumah Nabi Muhammad SAW dulu , Betapa SEDERHANAnya baginda walaupun beliau seorang Nabi dan PERDANA MENTERI MADINAH !!

Beginilah Rumah Nabi Muhammad SAW dulu , Betapa SEDERHANAnya baginda walaupun beliau seorang Nabi dan PERDANA MENTERI MADINAH !!

 R

asulullah SAW tidur hanya beralaskan belulang iaitu kulit yg diisi pelepah tamar. Siti Aisyah r.a berkata bahawa alas tidur Rasulullah SAW adalah daripada kulit yang diisi dengan serabut [Riwayat Bukhari]. Apabila tidur, baginda berbaring disebelah kanan dan meletakkan tapak tangan kanannya dibawah pipinya.



Diriwayatkan oleh Abdullah Ibn Mas’ud RA bahawa Rasulullah SAW tidur di atas tikar dan bangun selepas itu dalam keadaannya badannya berbekas. Lalu dibawa kepadanya oleh sahabat hamparan yang lembut, Rasulullah SAW bersabda: Apakah kedudukan aku di dunia ini? Tidakkah aku di dunia ini melainkan seumpama seorang pengembara yang berteduh di bawah pokok kemudian berlalu meninggalkannya.

Sunnah Nabi ialah semasa makan ialah duduk di atas lantai dan bukannya di meja. Tidaklah salah makan di meja, cuma tidak mengikut sunnah. Semasa makan, Nabi duduk seperti duduk tahiyyat pertama atau duduk ‘bertinggung’.


Baginda tidak mempunyai meja makan. Makanan diletak di atas lantai. Baginda menyuap makanan yang ada dengan 3 jari. Baginda tidak pernah mencela makanan. [Riwayat Bukhari dan Muslim].

Anas bin Malik radiallahu ‘anhu berkata: Aku melihat Rasulullah sallallahu ‘alaihi wassalam duduk bertinggung sambil makan kurma. Duduk bertinggung ialah duduk di atas kedua tapak kaki dengan kedua-dua kaki berlipat dan punggung tidak menjejak tanah.

Aisyah r.a berkata, “Kadangkala sebulan berlalu namun kami tidak menyalakan api di dapur,. Kami hanya makan kurma dan air sahaja kecuali jika ada seseorang yang menghadiahkan sedikit daging kepada kami” [Riwayat Bukhari]

Rasulullah SAW hidup dalam keadaan yang amat sederhana, walaupun bukit dan gunung-ganang yang ada di sekitarnya pernah di tawarkan agar ia dijadikan emas dan perak, akan tetapi Rasulullah SAW menolaknya dan tetap memilih cara hidup yang sederhana.


Diriwayatkan dari Aisyah, Rasulullah S.A.W. berkata kepadaku ” Sesungguhnya Allah menawarkan kepadaku dataran Mekkah untuk dijadikan emas dan diberikan kepadaku, maka aku menolaknya, lalu aku berkata : Aku tidak mengharapkan itu semuanya Ya Allah, akan tetapiaku lebih senang sehari lapar dan sehari kenyang. Tatkala hari yang aku merasakan lapar, aku merendah diri dan berdo’a kepada-Mu, sementara tatkala hari yang aku merasakan kenyang, aku bersyukur dan memuji-Mu




mukjizat.co – Selama ini kita hanya bisa membayangkan bagaimana kehidupan Rasulullah saw. dan para sahabat di kota Madinah. Bayang-bayang itu menemani kita saat membaca buku-buku sirah nabawiyah. Disebutkan masjid, rumah Rasulullah, rumah para sahabat, jalanan dan sebagainya. Kesederhanaanlah yang tampak paling jelas dalam bayangan kita itu.

Alangkah senangnya jika para ahli sirah nabawiyah berijtihad mevisualisasikan suasana kota Madinah dalam bentuk tiga dimensi (3D)? Inilah yang dilakukan oleh pemerhati sirah nabawiyah sekaligus praktisi media asal Arab Saudi, Ahmad Al-Shugairi.

Pemilik serial televisi dokumenter ‘Khawater’ ini berhasil membuat miniatur kota Madinah. Masjid Nabawi digambarkan dengan sangat jelas ukuran, kapasitas, dan bahan bangunannya. Bahkan rumah-rumah sahabat pun disebutkan dengan terperinci; di mana rumah Abu Bakar ra., Umar ra., dan sebagainya ditunjukkan dalam miniatur itu. Pembuatannya disesuaikan dengan teks-teks sejarah dalam sirah nabawiyah.

Bila rumah beberapa orang sahabat diterangkan, tentulah rumah Rasulullah saw. disebutkan dengan lebih detail lagi. Rasulullah saw. memiliki beberapa rumah sesuai dengan jumlah istri beliau. Rumah-rumah itu dibangun di samping, bahkan menempel di Masjid Nabawi.

Rumah-rumah nabi tersebut dibangun dengan bahan dari pelepah yang dicampur dengan tanah. Ada juga yang dibuat dari batu yang ditumpuk-tumpuk. Atapnya dari anyaman pelepah kurma. Lebar dan panjang satu rumah masing-masing berukuran 4.5 meter. Tinggi dindingnya 3 meter. Di dalam setiap rumah terdapat kamar berukuran panjang 3.5 meter, dan lebar 3 meter.

Sementara rumah Ibunda Aisyah memiliki dua pintu. Pintu barat, untuk jalan menuju masjid, dan pintu timur yang berada di lorong menuju rumah-rumah istri Rasulullah saw. yang lain. Pintu rumah-rumah itu berukuran lebar 0.7 meter, dan tinggi 1.5 meter. Seperti diceritakan Ibunda Aisyah, dalam kamar Rasulullah saw. terdapat tempat tidur yang terbuat dari pelepah kurma, sebuah bantal, dan kasur yang berisi ijuk.

Sangat jelas tampak kesederhanaan Rasulullah saw. dan keluarga. Sama sekali tidak terlihat kemewahan dalam kehidupan pemimpin dunia ini. Padahal dari rumah inilah rahmat disebarkan ke seluruh dunia. Rumah-rumah ini disebutkan dalam Al-Quran dengan istilah kamar-kamar. Bahkan menjadi nama sebuah surat, yaitu Surat Al-Hujurat. (sof1/mukjizat.co)


ads

close

iklan bawah